Bukan Disawer, Begini Adab yang Benar Saat Al-Qur’an Dibacakan

Al-Qur’an bukan hanya sebatas kitab suci umat Islam. Lebih dari itu, Al-Qur’an menjadi pedoman sekaligus kurikulum kehidupan seorang muslim yang di dalamnya terdapat petunjuk dan solusi kehidupan.

Begitu istimewa dan agungnya Al-Qur’an, sampai-sampai orang yang membacanya pun harus menjaga adab seperti dalam keadaan bersuci, menghadap kiblat, hingga duduk dengan tenang.

Menjaga adab juga berlaku bagi mereka yang tidak membaca Al-Qur’an. Namun adabnya bukan dengan menyawer pembaca Al-Qur’an seperti yang tengah viral belakangan ini. Menyawer pembaca Al-Qur’an justru di luar adab yang diajarkan.

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) menegaskan, pembaca Al-Qur’an bukan untuk disawer, bukan juga untuk diteriaki. Pembaca Al-Qur’an untuk dihormati dan setiap bacaannya direnungi.

“Bila ada pembaca Al-Qur’an maka kita dengarkan, kita hayati, kita renungi, dan berusaha kita pahami untuk kita amalkan isinya. Tidak pantas dan tidak elok memperlakukan pembaca Al-Qur’an dengan sikap-sikap yang tentunya jauh dari kemuliaan,” kata UAH dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official, Jumat (6/1/2023).

 

Senada dengan UAH, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf menuturkan bahwa adab ketika dibacakan Al-Qur’an adalah mendengarkan dengan saksama, sebagaimana termaktub dalam QS Al-A’raf ayat 204.

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.

Artinya: “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.”

“Fokuskan pendengaran kamu untuk membaca Al-Quran, gak usah ngomong yang lain, gak usah bingung kopi, ngeteh, fokus. Gak usah ngomong,” tuturnya menjelaskan ayat tersebut seperti dikutip dari YouTube Sunsal Media.

Menurut Habib Taufiq, jika benar-benar menjaga adab saat Al-Qur’an dibacakan, niscaya orang itu akan mendapat rahmat Allah. Kalau tidak bersikap demikian, ia akan mendapatkan laknat.

“Kalau ente gak siap jangan dibuat (diadakan) baca Al-Qur’an. Acara baca Al-Qur’an ini hanya untuk pelengkap acara kadang-kadang, gak ada takzim, gak ada istima’. Ini bahaya,” ujarnya.

Jadi, jika merujuk pada penyampaian UAH maupun Habib Taufiq, adab yang baik saat orang membaca Al-Qur’an adalah mendengarkan dengan saksama, menyimak, merenungi, dan menghayati.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *